PEKANBARU, RIAU — Ada yang menarik dari sebuah kampus kesehatan di Pekanbaru, Riau, belum lama ini. Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) menggelar kunjungan industri ke Rumah Sakit Syafira Pekanbaru, Sabtu (9/5/2026). Yang membuat kegiatan ini berbeda: mahasiswanya bukan hanya diajak menonton, tapi benar-benar masuk ke jantung operasional teknologi rumah sakit.
Kunjungan ini digagas oleh Program Studi Informatika Medis IKTA Al Insyirah sebagai bagian dari program Peningkatan Mutu Pembelajaran. Tujuannya sederhana namun strategis: memastikan mahasiswa tidak hanya pintar di atas kertas, tapi juga paham bagaimana teknologi informasi benar-benar bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan.
“Kami ingin mahasiswa mendapat gambaran langsung tentang industri teknologi di fasilitas pelayanan kesehatan. Tidak menutup kemungkinan, dari sini mereka menemukan topik tugas akhir yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industri.” Ungkap Yogi Pratama, M.Kom Ketua Prodi Informatika Medis, IKTA Al Insyirah.
RS Syafira sendiri menyambut hangat kedatangan rombongan. Direktur RS Syafira, dr. Rina Elfiani, MARS., hadir langsung membuka kegiatan didampingi Kepala IT, Ahmad Fauzi Rahman, S.T., MTA. beserta tim. Setelah pemaparan singkat dari Tim IT, sesi tanya jawab berlangsung hidup — mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan yang langsung dijawab lugas oleh para profesional rumah sakit.
Tak berhenti di ruang pertemuan, mahasiswa diajak tur keliling fasilitas. Mereka melihat langsung ruangan server yang menjadi tulang punggung sistem digital RS Syafira, studio podcast yang digunakan untuk edukasi kesehatan, hingga ruang kerja Tim IT sehari-hari. Pengalaman yang, seperti diakui banyak mahasiswa, sulit didapat dari bangku kuliah.
Tentang IKT Al Insyirah
Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah adalah perguruan tinggi berbasis kesehatan dan teknologi yang berlokasi di Pekanbaru, Riau. Prodi Informatika Medis hadir menjawab kebutuhan tenaga ahli di persimpangan dunia kesehatan dan teknologi informasi — sebuah bidang yang terus berkembang pesat seiring transformasi digital rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia. (red/adri)
sumber berita : Halopadang.id